PARA pemimpin aliran Ahmadiyah di Pakistan mendesak pemerintah memberi jaminan perlindungan lebih besar menyusul serangan kelompok militan yang menewaskan 93 anggota sekte tersebut, Jumat (28/5) lalu.
Raja Ghalab Ahmad, pemimpin sekte Ahmadiyah setempat, menyeru kepada otoritas Pakistan agar menindak tegas pelaku penyerangan. "Apakah kami bukan warga negara Pakistan?" ujar Ahmad."Kami berhak memperoleh perlindungan, tetapi sayangnya kami tidak mendapatkannya."Media lokal melaporkan kelompok Taliban Pakistan atau cabangnya di Provinsi Punjab telah mengaku bertanggung jawab atas serangan ke dua tempat peribadatan Ahmadiyah di Kota Lahore.
Dua gerombolan pria bersenjata termasuk beberapa yang mengenakan rompi bom bunuh diri dilaporkan menyerbu dua masjid Ahmadiyah dan melepaskan tembakan membabi buta ke arah jemaah. BBC melaporkan tiga pelaku penyerangan meledak-kan diri saat polisi mencoba masuk ke masjid. Saat ini, pihak berwenang tengah mengejar sedikitnya dua milisi yang berhasil melarikan diri. Baku tembak antara aparat keamanan dan pelaku penyerangan terjadi selama sekitar 2 jam.
Kemarin, sebagian besar korban penyerangan mulai dimakamkan di Rabwa, pusat aliran Ahmadiyah yang berjarak 150 km di sebelah barat laut Kota Lahore. Ratusan orang menangis di dekat barisan jenazah yang menanti untuk dikuburkan.Sejumlah pejabat Pakistan menguruk serangan-serangan itu meski tidak secara spesifik menyebut kata Ahmadiyah dalam pernyataan mereka.Menteri Dalam Negeri Rehman Malik mengatakan pemerintah federal telah memperingatkan pemerintah provinsi mengenai adanya ancaman terhadap komunitas Ahmadiyah.Peringatan terakhir disampaikan Rabu (26/5) lalu. Saat ini, otoritas di Lahore, ibu kota Provinsi Punjab, sedang menyelidiki para pelaku penyerangan. (EP/AP/1-4)
http://bataviase.co.id/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar